Upaya negosiasi ini, terjadi saat rapat konsolidasi internal Partai Demokrat. Mengetahui penguasa sedang dijepit kasus bailout bank Century sebesar Rp6,7 triliun, ada pihak di gedung parlemen yang menawarkan barter kasus Century dengan kasus hukum yang saat ini sedang berjalan. Namun diikemukakan Denny Indrayana, ”Tentang kasus itu, jangan dilanjutkan,” kata Denny, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, menirukan pihak yang mau bernegosiasi dalam Diskusi Usai Pansus Bank Century di Waroeng Daun, kemarin Presiden SBY, kata Denny, tegas tidak akan bernegosiasi kasus Bank Century dengan kasus penegakan hukum yang sedang berjalan. ”Kalau saya (presiden) bermain-main dengan proses penegakan hukum, saya melanggar sumpah jabatan. Itu kekeliruan,” lanjut presiden dikutip Denny. ”Beliau (Presiden) sangat jelas menolak transaksi hukum,” ujar Denny.
ISSUE BARTER KASUS “TIDAK BENAR”
MEnganggapi penyataan Danny, sejumlah Fraksi di DPR membantah adanya lobi barter kasus menjelang rapat paripurna Angket Bank Century, Selasa (2/3). Bantahan juga datang dari Fraksi Golongan Karya. Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie saat ini sedang terbelit kasus tunggakan pajak senilai Rp2,1 triliun. Selain itu, Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto juga terlibat dalam dugaan penggelapan pajak Rp122,5 miliar. “Pertama itu tidak benar, kedua tidak ada barter-barteran,” kata politis Golkar Priyo Budi Santoso saat dihubungi Sabtu sore. Sebab jika barter itu benar dilakukan, “Itu akan menjadi skandal besar,” katanya. Priyo menegaskan, Golkar dalam hal ini tidak mungkin melakukan barter seperti itu. Namun, dia tidak membantah jika hingga saat ini Golkar terus melakukan lobi politik.
ISTANA NEGARA KEPRESIDENAN SBY “PANIK”
Menjelang keputusan akhir Pansus Hak Angket Bank Century, dua staf khusus Presiden SBY ujug-ujug bertandang ke DPR. Situasi ini dianggap sebagai bentuk kepanikan SBY. “Upaya sejumlah kalangan istana menemui tokoh publik adalah bentuk komunikasi politik yang menunjukkan ada kepanikan istana pasca kesimpulan fraksi Pansus Angket Bank Century.
ANDI MAARIF MENDATANGI PRAMONO ANUNG
Diketahui, staf khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana Andi Arif mendatangi Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Kala itu, putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, ikut menemui Andi “Ini semakin menunjukkan penurunan derajat pemerintah yang seperti ingin cari selamat. SBY maunya skandal Bank Century dibuka terang benderang, namun yang dapat dibaca publik adalah upaya menutup-nutupi,” paparnya.
Menurut Andi, dirinya mengaku sudah bertemu dengan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung, Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Minggu, 28 Februari 2010
KANIT SATLANTAS, IPTU SISWAYA DIKEROYOK SAMPAI PINGSAN
DIRAWAT DI RS EFARINA ETAHAM KABANJAHE Kanit Satlantas Polres Tanah Karo, Iptu Siswaya (45) mengaku telah dianiaya keluarga pihak istri. Perwira polisi ini terkapar setelah dipukuli saat berusaha mempertahankan kedua anaknya yang dibawa paksa dari rumahnya. Tetangga korban bernama Nanda mengaku melihat Iptu Siswaya dipukul dari belakang sampai korban roboh. Tak berhenti sampai di situ, Iptu Siswaya kembali dipukuli hingga terjerembab di rumput dekat parit yang berjarak sekitar 5 meter dari posisi terakhir mobil. Aksi pemukulan baru berhenti setelah tetangga korban berusaha menahan Erik, adik ipar korban. Uniknya, kata Nanda, malah mertua korban yang meminta tolong. Beni Sembiring, salah seorang yang ikut mengantarkan Iptu Siswaya ke RS Efarina Etaham Kabanjahe , korban sudah tak sadarkan diri terjatuh di dekat parit. Sedangkan istri dan mertuanya, tancap gas meninggalkan korban yang sudah berdarah-darah.
DIPICU PEREBUTAN ANAK
Peristiwa ini terjadi Sabtu (20/2) silam di depan rumah Iptu Siswaya, Komplek Graha Mandala Kabanjahe. Iptu Siswaya menonton TV, tiba-tiba dilabrak istrinya, Mulina Sari Br Ginting bersama mertuanya, Nilai Br Tarigan dan adik iparnya, Erik Ginting. Saat Istri korban menanyakan hendak ikut siapa, ternyata jawaban kedua bocah itu terbelah. Si sulung Rama mengatakan ikut ibunya, sedangkan si bungsu, Widya ikut bapaknya.
POLRES TANAH KARO USUT KASUS INI
“Kita pasti akan laporkan masalah ini karena kita tidak mau kebenaran diputarbalikkan,“ ujar H Mulia Purba, orang tua angkat Iptu Siswaya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Lukmin Siregar mengatakan kalau pihaknya sedang mendalami proses ini. Begitupun, AKP Lukmin Siregar belum bersedia memberikan keterangan.
DIPICU PEREBUTAN ANAK
Peristiwa ini terjadi Sabtu (20/2) silam di depan rumah Iptu Siswaya, Komplek Graha Mandala Kabanjahe. Iptu Siswaya menonton TV, tiba-tiba dilabrak istrinya, Mulina Sari Br Ginting bersama mertuanya, Nilai Br Tarigan dan adik iparnya, Erik Ginting. Saat Istri korban menanyakan hendak ikut siapa, ternyata jawaban kedua bocah itu terbelah. Si sulung Rama mengatakan ikut ibunya, sedangkan si bungsu, Widya ikut bapaknya.
POLRES TANAH KARO USUT KASUS INI
“Kita pasti akan laporkan masalah ini karena kita tidak mau kebenaran diputarbalikkan,“ ujar H Mulia Purba, orang tua angkat Iptu Siswaya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Lukmin Siregar mengatakan kalau pihaknya sedang mendalami proses ini. Begitupun, AKP Lukmin Siregar belum bersedia memberikan keterangan.
Langganan:
Postingan (Atom)
